<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Harus Laksana Guntur</title>
	<atom:link href="http://haruslg.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://haruslg.wordpress.com</link>
	<description>Innovation towards more eco-efficient world</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Dec 2011 11:35:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='haruslg.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Harus Laksana Guntur</title>
		<link>http://haruslg.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://haruslg.wordpress.com/osd.xml" title="Harus Laksana Guntur" />
	<atom:link rel='hub' href='http://haruslg.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Polisi Tidur Mahasiswa ITS Hasilkan Energi Listrik</title>
		<link>http://haruslg.wordpress.com/2011/02/09/polisi-tidur-mahasiswa-its-hasilkan-energi-listrik/</link>
		<comments>http://haruslg.wordpress.com/2011/02/09/polisi-tidur-mahasiswa-its-hasilkan-energi-listrik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 13:55:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haruslg</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://haruslg.wordpress.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Polisi Tidur Mahasiswa ITS Hasilkan Energi Listrik SABTU, 05 FEBRUARI 2011 http://www.tempointeraktif.com TEMPO Interaktif, BANDUNG &#8211; Dosen dan mahasiswa Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya mengembangkan polisi tidur (police trap) di jalan sebagai penghasil listrik. Alat tersebut bisa dibongkar pasang sesuai keinginan pengguna untuk kebutuhan penerangan jalan atau bangunan. Karya tersebut telah diuji [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haruslg.wordpress.com&amp;blog=618724&amp;post=297&amp;subd=haruslg&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Polisi Tidur Mahasiswa ITS Hasilkan Energi Listrik<br />
SABTU, 05 FEBRUARI 2011<br />
<a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2011/02/05/brk,20110205-311230,id.html">http://www.tempointeraktif.com</a><br />
TEMPO Interaktif, BANDUNG &#8211; Dosen dan mahasiswa Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya mengembangkan polisi tidur (police trap) di jalan sebagai penghasil listrik.</p>
<p>Alat tersebut bisa dibongkar pasang sesuai keinginan pengguna untuk kebutuhan penerangan jalan atau bangunan.</p>
<p>Karya tersebut telah diuji coba sebelum lolos dalam daftar 20 finalis Kontes Inovasi Nasional 2011 di Institut Teknologi Bandung, 4-5 Februari 2011.<span id="more-297"></span> </p>
<p>Bentuk polisi tidur tersebut dirancang khusus. Di bagian tengah antara tanjakan dan turunan, terdapat papan menyembul yang bagian bawahnya dipasangi pegas baja berjenis helix atau per keong.</p>
<p>Tinggi papan itu dari puncak tanjakan atau turunan sekitar 2-3 centimeter. &#8220;Tidak menghambat laju kendaraan,&#8221; kata anggota Tim Buzz ITS Made Yudithia Krisnabayu kepada Tempo di sela pameran di Campus Center timur ITB.</p>
<p>Tiap kali roda mobil atau motor melindas polisi tidur, energi kinetik yang biasanya terbuang ditangkap pegas sebagai energi potensial lalu dialirkan ke generator torsional. Generator sederhana buatan sendiri yang diletakkan di samping papan polisi tidur itu diatur agar bisa menyimpan energi tiap enam lindasan terjadi. &#8220;Inovasinya pada penyimpanan energi di generator ini,&#8221; ujar Diandra Devia Dewi, anggota tim lainnya. </p>
<p>Dari enam kali lindasan mobil atau motor, bisa terkumpul listrik sebesar 10,5 watt. Arus bisa diubah dari AC menjadi DC. Energi itu kemudian ditabung dalam baterai atau aki (accu) sebelum dipakai untuk penerangan jalanan atau gedung. </p>
<p>Berapa pun bobot dan kecepatan kendaraan ketika melindas polisi tidur, jumlah daya listrik yang dihasilkan tetap sama. Namun harus dihindari lindasan kendaraan jenis truk agar alat tidak cepat rusak.</p>
<p>Idealnya, kata mahasiswi berusia 20 tahun itu, alat tersebut ditempatkan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), sekitar pintu palang tempat parkir, dan kios drive thru. &#8220;Listrik yang dihasilkan bisa dipakai untuk menerangi tempat-tempat seperti itu,&#8221; tuturnya. </p>
<p>Biaya pembuatan polisi khusus tersebut Rp 1,5 juta per unit. Daya tahannya berkisar 1,5 hingga 2 tahun. Alat itu menurut mereka, jauh lebih murah dibanding biaya pemakaian listrik per tiang lampu jalan yang menyala 10 jam sebesar Rp 2,3 juta per bulan. </p>
<p>Setelah nanti dipatenkan, kata Diandra, alat yang digagas dan dikembangkan bersama Harus Laksana Guntur, dosen Bidang Studi Desain Program Studi Teknik Mesin ITS, tersebut rencananya akan ditawarkan ke pemerintah daerah. ANWAR SISWADI. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/haruslg.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/haruslg.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/haruslg.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/haruslg.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/haruslg.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/haruslg.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/haruslg.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/haruslg.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/haruslg.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/haruslg.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/haruslg.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/haruslg.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/haruslg.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/haruslg.wordpress.com/297/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haruslg.wordpress.com&amp;blog=618724&amp;post=297&amp;subd=haruslg&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://haruslg.wordpress.com/2011/02/09/polisi-tidur-mahasiswa-its-hasilkan-energi-listrik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/73a3c916c576f5ef8e69353654127bc1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haruslg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membangun Kemandirian Teknologi</title>
		<link>http://haruslg.wordpress.com/2010/12/31/menuju-kemandirian-teknologi/</link>
		<comments>http://haruslg.wordpress.com/2010/12/31/menuju-kemandirian-teknologi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Dec 2010 06:12:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haruslg</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://haruslg.wordpress.com/?p=291</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Harus Laksana Guntur* Masalah itu adalah anugerah. Kalimat ini seharusnya menjadi semboyan bagi para inovator di negeri ini. Banyaknya masalah yang ada di Indonesia seharusnya membuat para inovator kita semakin produktif dalam menciptakan inovasi di segala bidang. Kenapa? Karena pada hakekatnya, inovasi adalah ide-ide baru yang muncul seiring dengan adanya keinginan untuk memperbaiki masalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haruslg.wordpress.com&amp;blog=618724&amp;post=291&amp;subd=haruslg&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Harus Laksana Guntur*</p>
<p>Masalah itu adalah anugerah. Kalimat ini seharusnya menjadi semboyan bagi para inovator di negeri ini. Banyaknya masalah yang ada di Indonesia seharusnya membuat para inovator kita semakin produktif dalam menciptakan inovasi di segala bidang. Kenapa? Karena pada hakekatnya, inovasi adalah ide-ide baru yang muncul seiring dengan adanya keinginan untuk memperbaiki masalah yang ada. Boleh dibilang dari sisi ini(masalah) kita sangat kaya, selain kaya akan sumber daya alam, tentunya. </p>
<p>Salah satu produk inovasi adalah teknologi. Bagi para teknolog, inovasi adalah proses kreasi teknologi baru atau proses pemberian nilai tambah pada teknologi yang sudah ada. Ada tiga faktor penting yang bisa menentukan kemajuan atau kemandirian teknologi dari sebuah negara. Pertama adalah education push factor, kedua adalah industry pull factor dan yang ketiga adalah government policy factor.<span id="more-291"></span> </p>
<p><strong>Kampus teknik, Industri dan Pemerintah </strong><br />
Tingkat pendidikan masyarakat dalam sebuah negara menjadi faktor penting dalam mendorong perkembangan teknologi. Kemandirian teknologi sebuah negara tidak akan bisa lepas dari tingkat pendidikan masyarakatnya. Dengan kata lain, kemandirian teknologi ditentukan oleh tingkat penguasaan ilmu atau kompetensi para teknolognya. Berbicara tentang kompetensi teknolog tidak bisa lepas dari kampus teknik sebagai industri pencetak para teknolog. </p>
<p>Di Indonesia, perguruan tinggi yang secara spesifik mendeklarasikan diri sebagai kampus teknik sangat sedikit. Bahkan perguruan tinggi teknik atau institut teknologi negeri di Indonesia hanya ada dua, ITS dan ITB. Sementara jumlah politeknik negeri di Indonesia tidak lebih dari 30. Memang, fakultas teknik di perguruan tinggi umum atau universitas juga ada. Tapi jumlah ini masih kurang untuk mendorong percepatan kemandirian teknologi di negeri ini. Peran kampus dan fakultas teknik ini sangat signifikan didalam mencetak seorang teknolog yang handal dan kompetitif. Selain masalah jumlah yang masih sedikit, mutu SDM (dosen dan teknisi) dan ketersediaan fasilitas riset dalam kampus dan fakultas teknik sangat penting. Indonesia masih membutuhkan ribuan doktor teknik sebagai dosen dan peneliti untuk mempercepat kemandirian teknologi. Inilah yang dimaksud dengan education push factor.</p>
<p>Industri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat atau pasar juga merupakan faktor penting dalam mendorong perkemabangan teknologi. Kemandirian teknologi sebuah negara tidak akan bisa lepas dari response dan responsibility dari para industriawan. Yaitu sensitifitas dan kecepatan industriawan dalam merespon kebutuhan masyarakat/pasar dan tanggungjawabnya dalam ikut mengembangkan teknologi. Bentuk tanggungjawab ini bisa dituangkan dengan membuat departemen R&amp;D di dalam perusahaan atau dengan memberikan kontribusi pendanaan bagi R&amp;D di perguruan tinggi melalui kerjasama industri-perguruan tinggi.</p>
<p>Pemerintah sebagai pembuat regulasi menjadi faktor yang paling penting dalam mendorong percepatan kemandirian teknologi dalam sebuah negara. Kemandirian teknologi bisa tercipta karena ada environment atau iklim yang mendukung terciptanya kemandirian teknologi. Kebijakan dalam bentuk regulasi dan anggaran yang berpihak pada kemandirian teknologi sangat diperlukan.Bagaimana Indonesia bisa mandiri dalam bidang teknologi jika regulasi pemerintah tidak pernah berpihak? </p>
<p><strong>Bercermin pada Jepang</strong><br />
Dulu, Jepang adalah negera dengan banyak masalah. Perang saudara, bom atom di Hiroshima-Nagasaki, minimnya sumber daya alam, gempa, tsunami, banjir dan masalah sampah. Tapi, itu semua justru membuat Jepang bangkit dan mampu menyulap negaranya menjadi negara yang maju dalam segala bidang dan masuk dalam deretan atas negara2 super-ekonomi dunia.</p>
<p>Bahkan, menurut hasil survey the Economist Intelligence Unit yang dilakukan dalam rentang waktu 2002 sampai 2006, dari 82 negara dengan tingkat ekonomi yang boleh dikatakan mapan, Jepang menduduki peringkat tertinggi sebagai negara paling inovatif mengungguli USA, Swis dan Swedia dalam katagori negara paling inovatif sedunia. Jumlah paten yang diproduksi oleh sebuah negara per satu juta penduduknya dijadikan standar pengukuran. Dengan jumlah populasi yang hanya 42% dari USA, rasio paten Jepang per satu juta penduduknya tiga kali lebih tinggi dari USA-dan tertinggi bila dibandingkan negara-negara lainnya.</p>
<p>Pada tahun 2007 sampai 2011, hasil survey memprediksi bahwa peringkat negara innovator dunia masih tidak akan berubah. Hanya saja, Cina yang saat ini menjadi negara investor terbesar kedua dalam dunia riset setelah USA hampir bisa dipastikan akan mengalami percepatan pertumbuhan inovasi dan mengejar Jepang, USA, Swiss dan Swedia. Sementara negara2 yg tergabung dalam EU diprediksi masih akan tetap tertinggal dengan Jepang dan USA dalam kurun waktu 5 tahun kedepan walau upaya untuk meningkatkan performan inovasinya terus dilakukan.</p>
<p>Tingginya perhatian pemerintah Jepang yang ditunjukkan dengan investasi besar2an pada dunia riset, menjadi faktor penting dalam merangsang tumbunya inovasi di Jepang. Selain itu, negara yang miskin sumber daya alam ini telah lama menerapkan pendekatan “Inovasi atau mati” karena perekonomian jepang sangat bergantung pada inovasi dan teknologi tinggi. Faktor lainnya adalah telah terciptanya sebuah mutualism symbiotic antara perusahaan besar, perusahaan kecil menengah , akademisi dan pemerintah, ikut menjadi penentu tingginya tingkat inovasi di Jepang.</p>
<p>Dalam sebuah seminar di Tokyo Institute of Technology pada tanggal 21 Juni 2007, yang saya hadir didalamnya, staf ahli menteri pendidikan-perdagangan dan industri Jepang menjelaskan bahwa salah satu kunci kenapa Jepang bisa menjadi negara innovator terbesar saat ini adalah karena peran aktif dan simbiosis mutualisme yang terjalin antara pemerintah, akademisi dan dunia industri.<br />
Hampir semua perusahaan besar di Jepang memiliki departemen R&amp;D. Kemitraan dengan anak perusahaan, perusahan kecil dan universitas terjalin dengan baik dalam mendorong inovasi di Negara ini. Pemerintah ikut mendorong proses ini dengan menjadikan riset-riset yang bersentuhan dengan hajat hidup dan kemaslahatan orang banyak menjadi proyek negara.</p>
<p>Selain iklim yang sangat kondusif, motivasi akademisi dan peneliti di Jepang sangat tinggi. Hal ini bisa kita lihat dari lamanya jam kerja para akademisi Jepang, yang rata2 diatas 10jam. Kesadaran publik Jepang akan pentingnya riset dan inovasi juga sangat tinggi, dibuktikan dengan banyaknya lembaga riset swadaya masyarakat di Jepang. Ditambah lagi dengan kepekaan mereka terhadap common/global issues yang juga cukup tinggi.</p>
<p>Kampus-kampus di Jepang saat ini berlmba-lomba membentuk departemen kewirausahaan atau venture business yang berusaha mendorong para civitas akademika untuk berkompetisi menciptakan inovasi yang bermuara pada kreasi bidang usaha baru. </p>
<p>*Penulis adalah dosen di Jurusan Teknik Mesin ITS, menyelesaikan master dan doktor teknik di Tokyo Institute of Technology, Jepang. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/haruslg.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/haruslg.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/haruslg.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/haruslg.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/haruslg.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/haruslg.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/haruslg.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/haruslg.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/haruslg.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/haruslg.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/haruslg.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/haruslg.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/haruslg.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/haruslg.wordpress.com/291/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haruslg.wordpress.com&amp;blog=618724&amp;post=291&amp;subd=haruslg&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://haruslg.wordpress.com/2010/12/31/menuju-kemandirian-teknologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/73a3c916c576f5ef8e69353654127bc1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haruslg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masyarakat Unggul Memilih Pemimpin (Fenomena Pilrek di ITS)</title>
		<link>http://haruslg.wordpress.com/2010/09/05/masyarakat-unggul-memilih-pemimpin-fenomena-pilrek-di-its/</link>
		<comments>http://haruslg.wordpress.com/2010/09/05/masyarakat-unggul-memilih-pemimpin-fenomena-pilrek-di-its/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Sep 2010 01:35:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haruslg</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://haruslg.wordpress.com/?p=278</guid>
		<description><![CDATA[Masyarakat Unggul Memilih Pemimpin (Fenomena Pilrek di ITS) Oleh: Harus Laksana Guntur Saat ini, ITS sedang menyelenggarakan pemilihan rektor periode 2011-2015. Ada 11 kandidat yang lolos dalam penjaringan awal calon rektor ITS periode mendatang. Dari 11 calon ini akan diseleksi lagi menjadi 5 orang melalui pemilihan langsung oleh seluruh civitas akademika di ITS. Dosen, karyawan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haruslg.wordpress.com&amp;blog=618724&amp;post=278&amp;subd=haruslg&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masyarakat Unggul Memilih Pemimpin (Fenomena Pilrek di ITS)<br />
Oleh: Harus Laksana Guntur</p>
<p>Saat ini, ITS sedang menyelenggarakan pemilihan rektor periode 2011-2015. Ada 11 kandidat yang lolos dalam penjaringan awal calon rektor ITS periode mendatang. Dari 11 calon ini akan diseleksi lagi menjadi 5 orang melalui pemilihan langsung oleh seluruh civitas akademika di ITS. Dosen, karyawan dan mahasiwa akan memilih 5 terbaik dari 11 calon. 5 calon terpilih akan diseleksi lagi oleh senat menjadi 3 besar untuk diajukan kepada Mendiknas dan Presiden. Mendiknas dan Presiden akan memilih 1 dari 3 calon yang disodorkan oleh senat.</p>
<p>Sejak pemilihan rektor ini secara resmi dimulai oleh PPCR(Panitia Pemilihan Calon Rektor), para calon dan tim suksesnya pun mulai bermanuver mengatur strategi pemenangan. Poster dan sepanduk juga mulai banyak menghiasi dinding dan jalanan di sekitar kampus. Fenomena yang wajar terjadi dan memang seharusnya dilakukan pada masa kampanye seperti ini.<span id="more-278"></span> </p>
<p>Pada masa-masa seperti ini, subyektifitas meningkat, para pendukung calon akan selelu merasa bahwa calonnyalah yang paling benar-sementara calon lain salah, kecurigaan meningkat, rasionalitas tidak lagi berfungsi dengan baik, dan keberpihakan bukan lagi pada nilai-nilai kebenaran, tapi pada tokoh/person. Dan kadang, para pendukung sudah tidak lagi mematuhi aturan yang telah disepakati. Bahkan cenderung liar, menghalalkan segala cara dan anarkis. Ini yang biasa terjadi pada pilkada. </p>
<p>Pilrek pasti beda dengan pilkada!, itu yang ada dibenak saya sebelum saya menyaksikan sendiri bagaimana suasana pilrek di kampus. Kenapa saya begitu yakin bahwa pilrek beda dengan pilkada? Karena kampus adalah miniatur masyarakat berbasis pengetahuan. Di kampus berkumpul orang-orang unggul dengan kapasitas intelektual yang memadai. Sehingga tidak salah kalau kampus disebut sebagai center of excellence dan knowledge based society. Perilaku masyarakat kampus pasti mencirikan sesuatu yang unggul dan berbasis pengetahuan. Perilaku masyarakat yang unggul dan based on knowledge biasanya taat aturan, bermoral, mengedepankan rasionalitas, dan berpihak pada nilai-bukan person.</p>
<p>Tapi, apa yang terjadi tidaklah seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Pemilihan rektor telah menunjukkan potret yang sebenarnya dari masyarakat kampus, yang ternyata tidak jauh berbeda dengan masyarakat umum. Fenomena yang biasa terjadi pada pilkada juga terjadi pada pilrek, tentu dengan kadar yang sedikit lebih rendah. </p>
<p>Alhamdulillah, saya termasuk yang masih bisa menggunakan akal sehat dan hati nurani dalam pilrek kali ini. Sehingga saya bisa banyak belajar dari fenomena yang terjadi pada pilrek. Saya punya beberapa kolega di ITS yang masuk menjadi tim sukses dari calon-calon yang sedang berkompetisi. Dari perbincangan dan pengamatan, saya bisa menangkap bahwa kolega saya ini sudah kehilangan akal sehat dan hati nuraninya. Semangat yang dibawa adalah “pokoke”. Pokoke calonku sing paling OK. Semangatnya sudah bukan lagi untuk mencari yang terbaik bagi kampus. Tapi semangat “pokoke”. Doktrinasi bahwa yang hijau harus pilih hijau, biru harus pilih biru juga digelorakan. Saling curiga pun tumbuh begitu hebat. Bahkan cenderung saling menjelek-jelekan satu sama lain. Tidak hanya para dosen, para mahasiswa-pun terkena imbasnya. Kehilangan akal sehat dan hati nuraninya.</p>
<p>Untungnya tidak semua civitas akademika di kampus yang kehilangan akal sehat dan hati nuraninya. Masih banyak diantara dosen dan mahasiswa yang bisa mengunakan rasionalitas dan moralitas sebagai dasar dalam menentukan pilihannya. Visi, misi dan program kerja para calon menjadi dasar mereka dalam memilih yang terbaik buat ITS. Demikian juga yang seharusnya dilakukan oleh masyarakat kita dalam memilih calon pemimpin negeri ini. Debat dan adu gagasan terkait visi-misi-progam kerja harus lebih menonjol dibandingkan dengan mobilisasi masa dan doktrinasi. Cara-cara yang mencerdaskan harus lebih dominan daripada cara-cara yang membodohi.</p>
<p>5 besar calon rektor pilihan rakyat ITS ini akan diseleksi lagi oleh senat untuk mendapatkan 3 yang terbaik. Maka pada senat juga tertumpu harapan ribuan civitas akademika di kampus. Sayangnya, angota senat yang terhormat, yang didalamnya berisi para guru besar dan utusan jurusan, juga sudah mulai terkooptasi. Mereka sudah terkotak-kotak oleh kepentingan pragmatis. Tawaran jabatan dan posisi penting menjadi daya tarik tersendiri sehingga mereka cenderung mengabaikan akal sehat dan hati nuraninya. Sesuatu yang seharusnya tidak terjadi. Sehingga tidak heran kalau kadang  suara senat sama sekali tidak mencerminkan pilihan rakyat kampus. Senat adalah kumpulan guru-guru besar. Guru memiliki arti yang digugu dan ditiru. Guru besar seharusnya mencerminkan sosok yang digugu dan ditiru, serta memiliki kapasitas ilmu yang mumpuni dan tingkat keluasan hati(wisdom) seperti samudera, sebagai pijakan dalam mengambil sebuah keputusan. Keputusan guru yang besar seharusnya sebuah keputusan yang sudah bebas dari kepentingan pribadi, golongan dan duniawi. Sebuah keputusan yang punya dimensi jauh kedepan, berpihak pada umat dan berdasar sebuah nilai kebenaran universal. Kalau anggota senat sudah bisa berperilaku seperti yang seharusnya dilakukan oleh seorang guru yang besar, saya yakin tidak hanya yang terbaik yang akan memimpin ITS. Tapi tradisi masyarakat unggul dan berbasis pengetahuan akan terbangun di kampus, dan menular ke masyarakat Indonesia.Sehingga kelak Indonesia juga akan dipimpin oleh yang terbaik di negeri ini. Wallahu a’lam.</p>
<p>*)Dr. Harus Laksana Guntur adalah dosen di Jurusan Teknik Mesin, ITS.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/haruslg.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/haruslg.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/haruslg.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/haruslg.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/haruslg.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/haruslg.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/haruslg.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/haruslg.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/haruslg.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/haruslg.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/haruslg.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/haruslg.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/haruslg.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/haruslg.wordpress.com/278/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haruslg.wordpress.com&amp;blog=618724&amp;post=278&amp;subd=haruslg&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://haruslg.wordpress.com/2010/09/05/masyarakat-unggul-memilih-pemimpin-fenomena-pilrek-di-its/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/73a3c916c576f5ef8e69353654127bc1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haruslg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesadaran dan cinta</title>
		<link>http://haruslg.wordpress.com/2010/08/29/kesadaran-dan-cinta/</link>
		<comments>http://haruslg.wordpress.com/2010/08/29/kesadaran-dan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 08:12:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haruslg</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://haruslg.wordpress.com/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[Kesadaran &#38; Cinta 29 Agustus 2010 Oleh:Harus Laksana Guntur Mana yang lebih tinggi kedudukannya,kesadaran atau cinta? Jawaban dari pertanyaan ini tidak kalah susahnya dengan jawaban dari pertanyaan, mana yang lebih dulu, telor atau ayam? Cinta sering dipuja-puja karena tanpanya dunia ini tidak indah. Walau cinta tanpa kesadaran sering mengantarkan kita pada kesesatan dan kemaksiatan. Kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haruslg.wordpress.com&amp;blog=618724&amp;post=269&amp;subd=haruslg&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kesadaran &amp; Cinta</strong><br />
29 Agustus 2010<br />
Oleh:Harus Laksana Guntur</p>
<p>Mana yang lebih tinggi kedudukannya,kesadaran atau cinta? Jawaban dari pertanyaan ini tidak kalah susahnya dengan jawaban dari pertanyaan, mana yang lebih dulu, telor atau ayam?</p>
<p>Cinta sering dipuja-puja karena tanpanya dunia ini tidak indah. Walau cinta tanpa kesadaran sering mengantarkan kita pada kesesatan dan kemaksiatan. Kita sering menyebut cinta tanpa kesadaran ini sebagai cinta buta. Karena cinta tanpa kesadaran mampu membuat pemiliknya gelap mata dan melakukan hal-hal yang mengabaikan nilai-nilai kebenaran.<span id="more-269"></span></p>
<p>Hati tanpa cinta memang bagaikan taman tanpa bunga. Hidup terasa hampa, segala aktifitas terasa takbermakna. Maka, cinta harus ada dalam hati manusia. Itulah sebabnya, ketika mulai mengenal cinta, naluri manusia akan mendorongnya untuk mencari dan menemukan cintanya. Karena cinta-lah kita tergerak untuk memberi dan berbagi dengan sesama. Bahkan cinta sering dipuja-puja bagaikan dewa. Karena cinta pula yang menyebabkan kita ada dan terlahir ke dunia.Begitu kata orangtua kita. </p>
<p>Kesadaran dan cinta bagaikan matahari dan bulan.Dua hal yang saling melengkapi dan membutuhkan. Cinta tanpa kesadaran seperti bulan tanpa matahari.Gelap karena tidak mendapatkan sinar. Kesadaran akan membuat cinta menjadi bersinar indah. Seperti bulan yang memancarkan sinarnya dimalam hari karena mendapatkan sinar dari matahari. Cinta akan menjadi mulia jika diiringi dengan kesadaran.Tapi sebaliknya, cinta menjadi hina jika ditinggalkan oleh kesadaran. </p>
<p>Kesadaran berasal dari kata sadar. Sadar berarti terjaga atau ingat. Kesadaranlah yang membuat manusia ingat bahwa cintanya kepada Allah diatas cintanya pada makhluk. Nabi Yusuf hampir saja tergelincir. Cinta Yusuf dan Zulaikha hampir saja membawa mereka pada kehinaan. Tapi Yusuf dengan kesadarannya bisa mengendalikan cintanya. Kesadarannya membuat dia mampu menempatkan cintanya pada Allah diatas cintanya pada makhluk Allah. </p>
<p>Dalam sebuah hadits qudsi Allah swt berfirman, “pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang cinta mencintai karena Aku, saling kunjung mengunjungi karena Aku dan saling memberi karena Aku”. Cinta seperti inilah yang seharusnya kita miliki. Cinta dalam bimbingan kesadaran.</p>
<p>Nabi Yusuf mungkin adalah pengecualian. Sebagai manusia biasa yang lemah, bukanlah hal yang mudah bagi kita untuk bisa menempatkan kesadaran diatas cinta. Karena cinta manusia biasa memang selalu menang jika harus beradu dengan kesadaran. Dan, ketika cinta sudah menggelora didalam hati sehingga kesadaran taklagi mampu mengendalikannya, maka ada satu doa yang diajarkan oleh Muhammad SAW agar kita tidak terjerumus dalam kesesatan dan tetap dalam kesadaran.</p>
<p>Doa itu berbunyi,”Allahumma arinal-haqqa haqqan warzuqnat-tiba&#8217;ah, wa arinal-batila batilan warzuqnaj-tinabah, bi rahmatika ya arhamar-rahimeen”, yang artinya:”Ya Allah,tunjukkanlah pada kami yang benar itu adalah benar dan berikan kekuatan untuk mengerjakannya, dan tunjukkanlah pada kami yang salah itu adalah salah dan berikan kekuatan untuk menghindarinya, dengan rahmat-Mu yang maha pengasih dan penyayang”. </p>
<p>Tulisan ini dipersembahkan bagi mereka yang sedang jatuh cinta.Mudah2an tetap dalam kesadaran,amin ya Rabbal alamin.</p>
<p><strong>Disclaimer:</strong> saat ini, penulis sendiri masih belum bisa menempatkan kesadaran diatas cinta.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/haruslg.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/haruslg.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/haruslg.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/haruslg.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/haruslg.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/haruslg.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/haruslg.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/haruslg.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/haruslg.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/haruslg.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/haruslg.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/haruslg.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/haruslg.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/haruslg.wordpress.com/269/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haruslg.wordpress.com&amp;blog=618724&amp;post=269&amp;subd=haruslg&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://haruslg.wordpress.com/2010/08/29/kesadaran-dan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/73a3c916c576f5ef8e69353654127bc1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haruslg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lutut Bergerak, Listrik pun Mengalir</title>
		<link>http://haruslg.wordpress.com/2010/05/15/lutut-bergerak-listrik-pun-mengalir/</link>
		<comments>http://haruslg.wordpress.com/2010/05/15/lutut-bergerak-listrik-pun-mengalir/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 May 2010 03:47:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haruslg</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://haruslg.wordpress.com/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[[ Metropolis, Sabtu, 15 Mei 2010 ] Lutut Bergerak, Listrik pun Mengalir http://www.jawapos.com/metropolis/index.php?act=detail&#38;nid=133956 disclaimer:byk terjadi kesalahan penulisan pada berita ini. SUKOLILO &#8211; Penemuan inovatif kembali lahir di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Umarudin, mahasiswa jurusan teknik mesin, membuat alat penyuplai energi listrik untuk tugas akhir. Bentuk alat tersebut kotak. Ada sebuah roda setengah lingkaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haruslg.wordpress.com&amp;blog=618724&amp;post=253&amp;subd=haruslg&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[ Metropolis, Sabtu, 15 Mei 2010 ]<br />
Lutut Bergerak, Listrik pun Mengalir<br />
<a href="http://www.jawapos.com/metropolis/index.php?act=detail&amp;nid=133956">http://www.jawapos.com/metropolis/index.php?act=detail&amp;nid=133956</a><br />
disclaimer:byk terjadi kesalahan penulisan pada berita ini.</p>
<p>SUKOLILO &#8211; Penemuan inovatif kembali lahir di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Umarudin, mahasiswa jurusan teknik mesin, membuat alat penyuplai energi listrik untuk tugas akhir.</p>
<p>Bentuk alat tersebut kotak. Ada sebuah roda setengah lingkaran terkait sedemikian rupa dengan kotak itu. Di kotak tersebut sejumlah komponen dan alat dirangkai jadi satu. Alat itu berfungsi sebagai penyerap dan pengubah energi. Dari energi gerak menjadi energi listrik.<span id="more-253"></span></p>
<p>Kala alat tersebut dihubungkan dengan cara diikat pada bagian lutut, roda setengah lingkaran akan turut bergerak ketika lutut bergerak. &#8220;Nama alat ini adalah <em>emergency power supply </em>alias alat penyuplai energi darurat, khususnya energi listrik,&#8221; kata mahasiswa kelahiran Bangkalan itu.</p>
<p>Umar -sapaan Umarudin- menjelaskan, voltase listrik yang dihasilkan alat tersebut berkisar antara 7-9 volt. Energi senilai itu sanggup memfungsikan telepon seluler atau laptop.</p>
<p>Paling tidak, untuk menghasilkan voltase listrik berkekuatan 7-9 volt, seseorang harus berjalan konstan dengan kecepatan 6 km/jam .Sedangkan untuk menghasilkan energi listrik 12 volt, dibutuhkan kecepatan yang lebih tinggi lagi diatas 10km/jam.Arus yang dihasilkan masih relatif kecil,berkisar 5-10mA.</p>
<p>&#8220;Itu sudah pernah saya ukur memakai alat pengukur voltase bernama osiloskop,&#8221; papar mahasiswa yang selama pembuatan tugas akhir itu diarahkan Dr Harus Laksana Guntur ST MEng tersebut.</p>
<p>Umar menyatakan, banyak yang harus dibenahi dari alatnya. Alat itu baru sebatas menghasilkan energi listrik. Belum dibuat alat untuk menyimpan energi tersebut. Waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan energi pun masih relatif lama.</p>
<p>&#8220;Roda yang saya pakai juga masih berat. Terbuat dari besi. Saya ingin pakai bahan teflon agar lebih ringan,&#8221; terang pemuda 24 tahun itu.</p>
<p>Harus LG menyampaikan, untuk sementara, tugas akhir buatan Umarudin sudah memenuhi persyaratan kelulusan. Alat tersebut akan diuji di hadapan para dosen penguji Juni mendatang. &#8220;Saya akan cari mahasiswa lain untuk penyempurnaan alat ini,&#8221; ungkap doktor lulusan Negeri Sakura Jepang tersebut.</p>
<p>Alat penyuplai energi seperti itu, kata Harus LG, sangat cocok digunakan prajurit di medan tempur. Mereka tidak perlu membawa baterai cadangan yang beratnya puluhan kilogram untuk menjalankan alat komunikasi atau alat elektroniknya. (rio/c9/ttg)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/haruslg.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/haruslg.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/haruslg.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/haruslg.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/haruslg.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/haruslg.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/haruslg.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/haruslg.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/haruslg.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/haruslg.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/haruslg.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/haruslg.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/haruslg.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/haruslg.wordpress.com/253/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haruslg.wordpress.com&amp;blog=618724&amp;post=253&amp;subd=haruslg&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://haruslg.wordpress.com/2010/05/15/lutut-bergerak-listrik-pun-mengalir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/73a3c916c576f5ef8e69353654127bc1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haruslg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kado Buat Pensiunan</title>
		<link>http://haruslg.wordpress.com/2010/04/11/kado-buat-pensiunan/</link>
		<comments>http://haruslg.wordpress.com/2010/04/11/kado-buat-pensiunan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2010 10:42:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haruslg</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://haruslg.wordpress.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[Kado Buat Pensiunan Oleh: Harus Laksana Guntur Bagi mereka yang tidak siap, pensiun bisa menjadi bagian dari perjalan hidup yang sangat menakutkan. Sampai ada istilah “post power syndrome” untuk menggambarkan betapa menakutkannya masa pensiun itu dalam perjalan hidup manusia. Ada yang berpikiran negatif. Pensiun berarti tibanya masa berkurangnya rejeki. Pensiun berarti sudah tidak lagi dihormati. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haruslg.wordpress.com&amp;blog=618724&amp;post=246&amp;subd=haruslg&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kado Buat Pensiunan</strong><br />
Oleh: Harus Laksana Guntur</p>
<p>Bagi mereka yang tidak siap, pensiun bisa menjadi bagian dari perjalan hidup yang sangat menakutkan. Sampai ada istilah “post power syndrome” untuk menggambarkan betapa menakutkannya masa pensiun itu dalam perjalan hidup manusia. Ada yang berpikiran negatif. Pensiun berarti tibanya masa berkurangnya rejeki. Pensiun berarti sudah tidak lagi dihormati. Dan, pensiun berarti telah dekatnya kita dengan mati. Maka,banyak yang menjadikan pensiun sebagai alasan untuk tidak lagi memproduksi dan berkontribusi. Sehingga sangat wajar bila banyak yang sedih dan takut ketika pensiun itu datang menghampiri. <span id="more-246"></span></p>
<p>Beberapa waktu belakangan ini, banyak sekali dosen dan karyawan ditempat saya bekerja yang pensiun. Sebagian besar menunjukkan ekspresi kesedihan diwajahnya. Mungkin hanya kesedihan yang timbul karena harus berpisah dengan rekan-rekannya, yang selama puluhan tahun telah bekerja bersama-sama. Sangat manusiawi.</p>
<p>Walau tidak semua, ada diantara kita yang phobia dan kalau bisa tidak pernah penisun. Karena baginya pensiun adalah fase berkurangnya rejeki. Padahal rejeki dari Allah untuk setiap hambaNYA sudah pasti. Sama sekali bukan merupakan fungsi profesi dan kedudukan. Allah akan berikan bagian kita. Tidak lebih dan tidak kurang. Juga tidak akan salah alamat dan jatuh ke orang lain. Ada satu wejangan yang sangat dalam dari seorang ulama. Dia mengatakan,”Apa yang menjadi bagianmu akan diberikanNYA padamu. Dan apa yang menjadi bagian orang tidak akan kamu dapatkan meskipun kamu berusaha mendapatkannya sampai-sampai kamu dibuatnya sibuk dan melupakanNYA”.</p>
<p>Allah lebihkan rejeki sebagian dari mereka yang Dia kehendaki. Demikianlah Allah menciptakan keseimbangan dalam dunia ini. Ada yang dilebihkan dan ada yang dibuatnya kekurangan. Karena kalau ada yang memberi tentu harus ada yang menerima. Agar roda dunia terus berputar dalam keseimbangan. Maka beruntunglah bagi siapa saja yang mau merenung dan mencoba melihat dunia ini sebagai satu kesatuan. Dia akan mendapatkan hikmah dan pelajaran darinya. Sehingga kita tidak terlalu bersedih bila dalam kondisi kekurangan dan tidak lupa bila berkelebihan.</p>
<p>Ada juga yang menganggap pensiun berarti telah hilangnya kehormatan diri. Orang sudah tidak lagi memandang kita seperti dulu lagi. Karena telah hilangnya kehormatan diri bersama hilangnya jabatan dan profesi. Sehingga tidak jarang ada yang setelah pensiun kehilangan kepercayaan diri. Dan berjalan dengan wajah tertunduk malu seolah takpunya lagi kekuatan dan harga diri. Karena pangkat dan gelar yang dulu kita banggakan kini telah musnah. Yang ada hanyalah seorang pensiunan dan purnawirawan. </p>
<p>Kehormatan seorang manusia tidak terletak pada pangkat, jabatan dan profesi yang kita miliki. Kehormatan manusia terletak pada tingkat kemanfaatannya bagi manusia yang lain. Kehormatan kita ada dalam genggamanNYA. Yakinlah! Dia akan berikan kehormatan pada siapa saja yang Dia kehendaki.Yaitu, mereka yang mendekatkan diri padaNYA dan berusaha dengan keras untuk hidup serta berperilaku sesuai tuntunanNYA. Penggalan isi surat Al-Hujurat:13 dan Al-Imron:26 rasanya patut jadi bahan renungan kita semua. Al-Hujurat:13 mengatakan,”&#8230;..Ketahuilah,yang paling terhormat(mulia) diantara kamu adalah yang paling takut pada Allah.Sungguh,Allah maha tahu dan maha teliti”. Dan Al-Imran:26 berkata,”Milik Allah kerajaan langit dan bumi.Allah berikan kekuasaan kepada siapa yang dikehendaki.Dia cabut kekuasaan dari siapa yang dikehendaki. Allah berikan kehormatan kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan Allah hinakan siapa saja yang Dia kehendaki.Semua kebaikan ada dalam genggamanNYA.Sesunggunya Allah mampu melakukan apa saja”.</p>
<p>Pensiun berarti purna bakti. Fase telah berakhirnya waktu yang diberikan pada kita untuk berbakti pada institusi. Setiap orang akan mengalami pensiun. Rela atau tidak. Dan sebaiknya kita mempersiapkan diri, secara meterial dan yang lebih penting adalah spiritual. Masa tugas kita di tempat kerja biasanya sudah terdefinisi. Seorang dosen masa kerjanya sampai usia 65thn. Seorang karyawan pabrik dan PNS masa kerjanya hanya sampai usia 55thn. Sehingga seharusnya tidak terlalu sulit untuk mempersiapkan diri secara material dan mental karena pensiun yang ini sudah definitif waktunya.Yang susah persiapannya adalah pensiun dari semua tugas yang dibebankan Allah kepada manusia di dunia ini. Karena takseorangpun tahu kapan tiba masanya. Maka, orang yang beruntung adalah mereka yang tidak menggunakan waktunya untuk hal-hal yang sia-sia dan tidak berguna. Orang yang beruntung adalah mereka yang menggunakan waktunya untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya menghadapi masa pensiun yang sebenarnya. Sebelum kita-dengan rela atau tidak-dipurnatugaskan olehNYA.</p>
<p>Apakah kalau sudah pensiun dari institusi kerja berarti berhentinya segala aktifitas kontributif kita? Tentu tidak! Dan seharusnya tidak! Jepang memiliki masyarakat dengan etos kerja yang sangat tinggi. Pernah saya jumpai seorang rekan kerja yang usianya sudah diatas 70thn,sudah pensiun,tapi masih giat melakukan riset dan publikasi. Semua dia lakukan bukan karena uang,jabatan atau profesi. Tapi, karena kecintaannya pada pekerjaan dan keinginannya memberikan kontribusi maksimal pada umat manusia. Seharusnya kita mampu melakukan lebih dari yang masyarakat Jepang bisa lakukan. Karena kita meyakini adanya Tuhan dan berarti percaya pada janjiNYA akan surga sebagai hadiah atas apa yang kita lakukan didunia. Kata sahabat saya,”Bekerja dan teruslah berusaha sekuat tenaga sampai Tuhan menangis melihatmu bekerja dan berusaha&#8221;. Teruslah berkarya dan berkontribusi temanku, sahabatku, guruku, para pensiunan dan calon pensiunan! Sampai pensiun kita yang sebenarnya tiba.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/haruslg.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/haruslg.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/haruslg.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/haruslg.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/haruslg.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/haruslg.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/haruslg.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/haruslg.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/haruslg.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/haruslg.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/haruslg.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/haruslg.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/haruslg.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/haruslg.wordpress.com/246/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haruslg.wordpress.com&amp;blog=618724&amp;post=246&amp;subd=haruslg&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://haruslg.wordpress.com/2010/04/11/kado-buat-pensiunan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/73a3c916c576f5ef8e69353654127bc1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haruslg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Human Powered Mobile Charger</title>
		<link>http://haruslg.wordpress.com/2010/02/09/human-powered-mobile-charger/</link>
		<comments>http://haruslg.wordpress.com/2010/02/09/human-powered-mobile-charger/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 15:22:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haruslg</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://haruslg.wordpress.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Human Powered Mobile Charger (Majalah Tempo,edisi minggu kedua Pebruari 2010) http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/02/08/INO/mbm.20100208.INO132688.id.html HABIS baterai telepon ketika joging atau jalan-jalan bakal menjadi cerita kuno. Olahraga aman dan ringan itu justru bisa menjadi sarana buat mengisi kembali baterai Anda. Tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, membuat charger berjalan, yang mengisi daya dengan gerak sebagai sumber listrik. Harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haruslg.wordpress.com&amp;blog=618724&amp;post=233&amp;subd=haruslg&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Human Powered Mobile Charger<br />
(Majalah Tempo,edisi minggu kedua Pebruari 2010)<br />
<a href="http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/02/08/INO/mbm.20100208.INO132688.id.html">http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/02/08/INO/mbm.20100208.INO132688.id.html</a></p>
<p>HABIS baterai telepon ketika joging atau jalan-jalan bakal menjadi cerita kuno. Olahraga aman dan ringan itu justru bisa menjadi sarana buat mengisi kembali baterai Anda. Tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, membuat charger berjalan, yang mengisi daya dengan gerak sebagai sumber listrik.</p>
<p>Harus Laksana Guntur, dosen teknik mesin yang memimpin tim, mengatakan prinsip kerja pengecas berjalan seukuran dua bungkus rokok ini sederhana, yakni mengubah energi kinetik menjadi listrik dengan bantuan dinamo. Dengan alat dipasang di pinggul, dinamo akan menangkap getaran gerak ketika pemakai berjalan, lalu mengubahnya menjadi listrik.<span id="more-233"></span></p>
<p>Harus mendapatkan ide ketika menyelesaikan program pascasarjana di Jepang, enam tahun silam. Sejumlah stasiun kereta di Tokyo, menurut dia, memanfaatkan lalu-lalang pejalan kaki sebagai sumber listrik. Satu alat setipis kertas berwarna perak otomatis menghasilkan listrik ketika diinjak. ”Tapi mahal, tiap lembar seukuran 0,3 x 1 meter harganya sekitar Rp 16 juta,” katanya pekan lalu.</p>
<p>Tahun lalu, Harus mengumpulkan sepuluh mahasiswanya dan menyampaikan ide pembuatan alat serupa yang murah. Satu kelompok mahasiswa ditugasi mengukur potensi gerakan tubuh manusia. Kelompok lain diminta mencari reduksi dimensi gerakan manusia.</p>
<p>Muchamad Rudy Hermanto, mahasiswa anggota tim, menyimpulkan gerakan tubuh manusia berpotensi menciptakan sekitar 30 watt tiap kilogram berat badan. Semakin berat, semakin besar pula potensi energinya. ”Pusat energi ada di sekitar pusar,” kata Rudy.</p>
<p>Dia kemudian merancang alat penangkap gerak. Dinamo dibuat, yang bisa menyesuaikan diri dengan gerak tubuh. Pada awalnya, listrik yang dihasilkan tak stabil. Rudy lalu menaruh baterai kosong yang dapat diisi ulang. Baterai ini berfungsi mengumpulkan listrik, yang disalurkan ke telepon seluler. Buat mengisi penuh satu baterai telepon, diperlukan sekitar lima menit jalan kaki—atau sekitar 400 meter dengan kecepatan biasa.</p>
<p>Harus menyatakan masih akan menyempurnakan alat ini. Di antaranya dengan memperkecil ukuran menjadi sebesar satu kotak korek api.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/haruslg.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/haruslg.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/haruslg.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/haruslg.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/haruslg.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/haruslg.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/haruslg.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/haruslg.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/haruslg.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/haruslg.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/haruslg.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/haruslg.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/haruslg.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/haruslg.wordpress.com/233/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haruslg.wordpress.com&amp;blog=618724&amp;post=233&amp;subd=haruslg&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://haruslg.wordpress.com/2010/02/09/human-powered-mobile-charger/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/73a3c916c576f5ef8e69353654127bc1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haruslg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dr Harus Laksana Guntur ST MEng yang Getol Memanen Energi</title>
		<link>http://haruslg.wordpress.com/2010/02/02/dr-harus-laksana-guntur-st-meng-yang-getol-memanen-energi/</link>
		<comments>http://haruslg.wordpress.com/2010/02/02/dr-harus-laksana-guntur-st-meng-yang-getol-memanen-energi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 06:51:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haruslg</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://haruslg.wordpress.com/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[Berita Jawapos,Metropolis,hal 48 [Selasa, 02 Februari 2010,hal 48 ] Dr Harus Laksana Guntur ST MEng yang Getol Memanen Energi Garap Dengkul sampai Polisi Tidur http://www.jawapos.com/metropolis/index.php?act=detail&#38;nid=114905 Energi tidak dapat musnah dan tidak dapat diciptakan, namun bisa diubah. Hukum kekekalan energi itu menjadi dasar pemikiran Harus Laksana Guntur, dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Mahasiswanya pun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haruslg.wordpress.com&amp;blog=618724&amp;post=225&amp;subd=haruslg&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berita Jawapos,Metropolis,hal 48<br />
[Selasa, 02 Februari 2010,hal 48 ]<br />
Dr Harus Laksana Guntur ST MEng yang Getol Memanen Energi<br />
Garap Dengkul sampai Polisi Tidur<br />
<a href="http://www.jawapos.com/metropolis/index.php?act=detail&amp;nid=114905">http://www.jawapos.com/metropolis/index.php?act=detail&amp;nid=114905</a></p>
<p>Energi tidak dapat musnah dan tidak dapat diciptakan, namun bisa diubah. Hukum kekekalan energi itu menjadi dasar pemikiran Harus Laksana Guntur, dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Mahasiswanya pun diwajibkan memanen energi.</p>
<p>RIO F. RACHMAN<br />
<span id="more-225"></span><br />
&#8212;<br />
SEBENARNYA, energi bisa dipanen dari gerakan tubuh manusia. Bisa juga dari gerakan-gerakan lain di sekitar manusia. Misalnya, getaran hantaman mobil pada polisi tidur.</p>
<p>&#8221;Setiap gerakan yang menghasilkan energi potensial dan kinetik bisa dipanen energinya. Lalu, energi itu disimpan dan diubah jadi energi listrik,&#8221; kata Harus. Dengan demikian, ketika seseorang berjalan atau berlari, misalnya, energinya bisa dipanen, lalu diubah jadi listrik.</p>
<p>Sejauh ini, alat yang sudah jadi adalah milik Muchamad Rudy Hermanto, mahasiswa semester sembilan jurusan teknik mesin. Dia merancang emergency charger. Alat tersebut bisa menyimpan energi yang dihasilkan dari gerakan berjalan. Energi itu lantas dimasukkan ke baterai AA sehingga bisa digunakan untuk men-charge ponsel.</p>
<p>Barang yang setengah jadi adalah pelindung lutut yang bisa menyerap energi dari gerakan lutut seseorang. Mahasiswa yang mengerjakan itu adalah Baskara Budi. &#8220;Tapi, ini masih diteliti. Target selesai Juli,&#8221; kata Harus. Dia mengakui, teknologi itu sudah dikembangkan di Australia dan Amerika. Namun, dia yakin, alatnya tersebut akan lebih ringan dan energi yang dihasilkan pun lebih besar. </p>
<p>Di samping membuat alat-alat, Harus juga mengarahkan beberapa mahasiswa untuk menganalisis jumlah energi yang dihasilkan dari suatu gerakan. Sementara ini, yang diteliti adalah energi gerakan lari dan energi injakan ketika seseorang menaiki tangga.</p>
<p>Diteliti pula jumlah energi hantaman terhadap polisi tidur. Hantaman terhadap polisi tidur itu, kata dia, sangat mungkin diterapkan di lapangan parkir. Energi listrik yang didapatkan bisa untuk penerangan di lapangan parkir tersebut. </p>
<p>Harus berharap, dengan pemanenan energi itu, suatu saat semua alat akan kian dekat dengan manusia. Sebab, energi yang dipakai berasal dari manusia sendiri. Dia mengungkapkan, perlu waktu lama meneliti dan mengembangkan konsep tersebut. Perlu kesabaran dan keuletan. Dia mengatakan, untuk meraih nobel, seorang ilmuwan butuh waktu puluhan tahun untuk meneliti temuannya. </p>
<p>Harus yang asli Pasuruan memang pernah sekolah di Jepang selama enam tahun. Dia melihat ada perbedaan mencolok pada sistem pendidikan tinggi di sana dengan di tanah air. Di sana, kata Harus, mahasiswa sangat fokus de ngan pelajaran. Sejak bangun tidur hingga tidur kembali, pelajaran yang dipelajari adalah apa yang mereka teliti itu. Dengan demikian, me reka benar-benar ahli dengan penelitian mereka.</p>
<p>Dia pun tertular dengan karakter Jepang tersebut. &#8220;Kata teman-teman, cara saya bekerja seakan-akan sedang tergesa-gesa,&#8221; ujarnya. Harus mengatakan, dirinya tidak kober melihat ada orang yang bekerja santai dan lambat. (*/dos)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/haruslg.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/haruslg.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/haruslg.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/haruslg.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/haruslg.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/haruslg.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/haruslg.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/haruslg.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/haruslg.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/haruslg.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/haruslg.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/haruslg.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/haruslg.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/haruslg.wordpress.com/225/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haruslg.wordpress.com&amp;blog=618724&amp;post=225&amp;subd=haruslg&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://haruslg.wordpress.com/2010/02/02/dr-harus-laksana-guntur-st-meng-yang-getol-memanen-energi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/73a3c916c576f5ef8e69353654127bc1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haruslg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Say Goodbye to Low Battery; Recharge Phones on the Run</title>
		<link>http://haruslg.wordpress.com/2010/01/17/say-goodbye-to-low-battery-recharge-phones-on-the-run/</link>
		<comments>http://haruslg.wordpress.com/2010/01/17/say-goodbye-to-low-battery-recharge-phones-on-the-run/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 11:24:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haruslg</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://haruslg.wordpress.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[Say Goodbye to Low Battery; Recharge Phones on the Run The Jakarta Globe, 15 Januari 2010 http://thejakartaglobe.com/news/say-goodbye-to-low-battery-recharge-phones-on-the-run/352993 Surabaya. Soon you won’t have to worry about running out of battery on your cellphone when out and about, even if there isn’t an electrical socket available. The solution comes from a mobile charger developed by a team [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haruslg.wordpress.com&amp;blog=618724&amp;post=207&amp;subd=haruslg&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Say Goodbye to Low Battery; Recharge Phones on the Run<br />
The Jakarta Globe, 15 Januari 2010<br />
<a href="http://thejakartaglobe.com/news/say-goodbye-to-low-battery-recharge-phones-on-the-run/352993">http://thejakartaglobe.com/news/say-goodbye-to-low-battery-recharge-phones-on-the-run/352993</a></p>
<p>Surabaya. Soon you won’t have to worry about running out of battery on your cellphone when out and about, even if there isn’t an electrical socket available. </p>
<p>The solution comes from a mobile charger developed by a team led by Harus Laksana Guntur, an engineering lecturer at the Sepuluh Nopember Institute of Technology (ITS) in East Java capital Surabaya. But unlike solar or battery-based chargers, this invention uses people’s energy to recharge cellphones. <span id="more-207"></span></p>
<p>The innovative gadget converts kinetic energy into electricity, which means that charge is generated every time you move. </p>
<p>The prototype comes in a clear fiberglass box that can clip onto a belt. When it moves, the main components — a dynamo and magnet built into a coil — produce induction that generates electricity, working much like those shake flashlights. </p>
<p>An important feature is a small rechargeable battery, which stores the charge. </p>
<p>“Actually, the electricity generated by the coil can directly power the cellphone. Unfortunately, the current is unstable and tends to make the phone hang,” said Muhammad Rudy Hermanto, the ITS student who invented the charger. </p>
<p>It is an idea Harus wants to develop, as he and his team of students continue work on a number of inventions utilizing kinetic energy. </p>
<p>“Actually, the mobile charger is simply a prototype,” he said. “In the future, we would like to collaborate with the military to develop chargers for their communication devices.” </p>
<p>Harus said such a charger was well-suited for military purposes. In warfare situations, he explained, soldiers would have difficulty recharging their electrical equipment in the jungle, especially when they have to move about frequently. </p>
<p>A kinetic charger, however, would make that possible, as body movements have the potential to produce up to 150 watts, which could power a computer or about 70 BlackBerry smartphones. </p>
<p>In one test, in which the wearer was walking at about four kilometers per hour, the prototype mobile charger completely charged a cellphone in about five minutes. </p>
<p>“The faster the wearer moves, the faster the charging process because their walking speed will affect the speed of the magnet’s movements inside the coil generating electricity,” Harus said. </p>
<p>The ITS team plans to eventually make the mobile charger as compact as a matchbox. Its inventors are in the process of filing for a patent and hope to mass produce the device in the future. </p>
<p>In the meantime, they are looking for an investor to help further development.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/haruslg.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/haruslg.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/haruslg.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/haruslg.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/haruslg.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/haruslg.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/haruslg.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/haruslg.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/haruslg.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/haruslg.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/haruslg.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/haruslg.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/haruslg.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/haruslg.wordpress.com/207/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haruslg.wordpress.com&amp;blog=618724&amp;post=207&amp;subd=haruslg&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://haruslg.wordpress.com/2010/01/17/say-goodbye-to-low-battery-recharge-phones-on-the-run/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/73a3c916c576f5ef8e69353654127bc1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haruslg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Privatisasi atau Komersialisasi Perguruan Tinggi?</title>
		<link>http://haruslg.wordpress.com/2008/12/18/privatisasi-atau-komersialisasi-perguruan-tinggi/</link>
		<comments>http://haruslg.wordpress.com/2008/12/18/privatisasi-atau-komersialisasi-perguruan-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 14:32:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>haruslg</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://haruslg.wordpress.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Harus Laksana Guntur*) Pengesahan RUU BHP oleh DPR pada hari Rabu,17 Desember 2008 yang lalu telah menuai protes keras dari kalangan mahasiswa di beberapa kota di Indonesia. Bahkan diantara para praktisi pendidikan tinggi sendiri, masih terjadi pro dan kontra atas diberlakukannya UU BHP ini. Ketakutan mahasiswa atau para pengguna jasa pendidikan tinggi selama ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haruslg.wordpress.com&amp;blog=618724&amp;post=139&amp;subd=haruslg&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Harus Laksana Guntur*)</p>
<p>Pengesahan RUU BHP oleh DPR pada hari Rabu,17 Desember 2008 yang lalu telah menuai protes keras dari kalangan mahasiswa di beberapa kota di Indonesia. Bahkan diantara para praktisi pendidikan tinggi sendiri, masih terjadi pro dan kontra atas diberlakukannya UU BHP ini. Ketakutan mahasiswa atau para pengguna jasa pendidikan tinggi selama ini adalah akses masuk Perguruan Tinggi (PT) semakin sulit dan PT akan menjadi barang mewah bagi sebagian besar masyarakat kita. Pengesahan RUU BHP menjadi UU BHP seolah memberikan legitimasi pada aksi komersialisasi yang selama ini terjadi dan dilakukan oleh PT yang sudah menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN). <span id="more-139"></span></p>
<p>Praktek komersialisasi bisa kita jumpai di beberapa PT BHMN. Privatisasi perguruan tinggi telah disalahartikan menjadi liberalisasi dan komersialisasi pendidikan tinggi. Dengan dalih peningkatan kuwalitas sebuah PT:peningkatan fasilitas riset dan peningkatan kesejahteraan hidup para staf pengajarnya, PT BHMN berkompetisi menaikkan biaya pendidikan bagi para pengguna jasa pendidikan tinggi. PT BHMN berlomba menawarkan berbagai paket istimewa dengan tarif masuk sangat fantastis, bahkan bisa mencapai angka sekitar Rp 100 juta (Kompas,12 Mei2008).</p>
<p>Paket-paket istimewa ini semakin mereduksi paket regular dan terjangkau. Artinya, kesempatan bagi calon pengguna jasa pendidikan tinggi dari kalangan menengah ke bawah semakin menciut. Dan, apa yang kita takutkan bersama&#8211;yaitu PT sebagai sebuah public good bergeser dan berubah bentuk menjadi sebuah business enterprise&#8211; akan menjadi kenyataan. Padahal, sebagai sebuah public good, pendidikan tinggi tidak boleh dikomersialisasikan! Karena pada hakekatnya adalah menjadi tanggungjawab negara untuk mencerdaskan bangsanya. Membiarkan kondisi ini terjadi sama saja dengan menutup peluang masyarakat kita untuk mendapatkan haknya dan berarti pengingkaran terhadap UUD1945.</p>
<p><strong>Mengukur kesiapan kita</strong><br />
Tanpa disadari, privatisasi yang telah berjalan selama ini juga telah membunuh sekitar 800 perguruan tinggi swasta (PTS) kecil karena tidak siap berkompetisi (Jawapos,2 Agustus 2008).Karena PT BHMN telah merebut ladang PTS kecil dengan paket-paket istimewa yang selama ini mereka tawarkan.Calon pengguna jasa pendidikan tinggi  bermodal tinggi tentu akan lebih melirik PT BHMN daripada PTS.</p>
<p>Privatisasi PTN sebetulnya sah-sah saja dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk mendorong PT tampil lebih kreatif/progresif dalam mencari alternatif sumber pendanaan diluar anggaran negara dan mempunyai kebebasan dalam mengelola dirinya. Seperti yang sedang dilakukan oleh USA, Inggris dan Jepang. Mungkin yang perlu dipertimbangkan adalah pemilihan waktu yang tepat untuk melakukan proses privatisasi PTN.</p>
<p>Saat ini, bisa dikatakan bahwa masyarakat kita dan PTN sendiri belum siap dengan privatisasi. Pendapatan perkapita masyarakat kita masih sangat rendah dan PTN kita masih belum memiliki kecukupan modal dasar: SDM, endowment fund, fasilitas riset dan dana operasional. Hal ini mengakibatkan terjadinya pergeseran tujuan privatisasi. Privatisasi seolah menjadi legitimasi bagi proses liberalisasi dan komersialisasi pendidikan tinggi di tanah air.Seperti yang sudah terjadi pada PT BHMN selama ini.Apalagi salah satu pasal dalam UU BHP yang barusaja disahkan menyatakan bahwa 1/3 dari biaya operasional PT menjadi tanggungjawab pengguna jasa pendidikan tinggi.</p>
<p>Endowment fund, fasilitas riset dan dana operasional PTN2 kita untuk bisa dilepas dan diprivatisasi sangat jauh dari cukup. Mungkin hanya satu-dua PTN saja yang memiliki kecukupan endowment fund dan memilki fasilitas riset yang boleh dianggap memadai untuk bisa diprivatisasi. Walau menurut saya masih jauh dari apa yang bisa kita temui di PT di USA, Inggris dan Jepang, yang juga sedang melakukan privatisasi.</p>
<p>Ketidaksiapan PTN kita menjadi faktor penyebab kenapa PTN yang sudah terlanjur diprivatisasi (PT BHMN) kelimpungan dan pontang-panting mencari sumber pendanaan untuk bisa tetap beroperasi normal. Dan yang menyedihkan, pengguna jasa pendidikan tinggi-lah yang menjadi korban.</p>
<p><strong>Melirik privatisasi di negara maju</strong><br />
Di Amerika Serikat, Inggris dan Jepang, institusi pendidikan tinggi juga terus didorong-kalau tidak boleh dikatakan wajib-untuk menyerap dana yang lebih besar di luar anggaran negara. Tetapi dengan mempertimbangkan endowment fund dan fasilitas riset yang dimiliki oleh PTN yang akan di privatisasi. Kecukupan dana abadi dan fasilitas riset dari sebuah PTN sebelum diprivatisasi menjadi prasyarat mutlak sebuah PTN untuk bisa tetap bertahan dan produktif setelah diprivatisasi. Karena mereka tidak akan menggantungkan sepenuhnya sumber pendanaan pada pengguna jasa pendidikan tinggi.</p>
<p>Universitas Havard misalnya, memiliki dana abadi sekitar $29.2 milyar, MIT memiliki dana abadi lebi dari $8.5 milyar dan Universitas Yale telah berhasil meningkatkan dana abadinya menjadi sebesar $18 milyar. Sementara Universitas Cambridge memiliki endowment fund sekitar £4.1 milyar, sedikit lebih besar dari Universitas Oxford. Dana abadi inilah yang kemudian digulirkan oleh universitas tadi dalam bentuk investasi-investasi yang keuntungannya dipergunakan untuk mendanai berbagai aktifitas riset dan belajar mengajar di PT. Baik itu investasi yang bersentuhan dengan bisnis berbasis inovasi teknologi maupun investasi lainnya. Yang pada akhirnya mampu mengurangi ketergantungan mereka pada dana dari anggaran negara dan pengguna jasa pendidikan tinggi.</p>
<p>Sebagai contoh MIT, PT ini telah berhasil meraup keuntungan sampai 23% pertahun dari total investasi dana abadinya, Universitas Yale telah mencetak return sebesar 17% pertahun dari total investasinya, dan Universitas Cambridge meraih keuntungan pertahun sekitar 8% serta telah memberikan kontribusi bagi total revenue unversitasnya sebesar 6%, atau sekitar £575 juta. </p>
<p>Soal fasilitas riset, kita tidak perlu ragukan lagi.Fasilitas riset disana telah terbukti mampu memproduksi berbagai sains baru serta invoasi teknologi yang mampu membuka bisnis dan market baru ditingkat global.Bahkan mampu bersaing dengan sebuah negara dalam ikut menjadi penggerak perekonomian dunia.</p>
<p>Privatisasi di tanah air memang harus dilakukan agar tidak terlalu membebani anggaran negara,tetapi harus memperhatikan dan mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan kesiapan perguruan tinggi kita. Kalau tidak, privatisasi di Indonesia hanya akan jadi ajang komersialisasi pendidikan tinggi!</p>
<p>*) DR. Harus Laksana Guntur, M.Eng adalah dosen teknik mesin ITS Surabaya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/haruslg.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/haruslg.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/haruslg.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/haruslg.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/haruslg.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/haruslg.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/haruslg.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/haruslg.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/haruslg.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/haruslg.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/haruslg.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/haruslg.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/haruslg.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/haruslg.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=haruslg.wordpress.com&amp;blog=618724&amp;post=139&amp;subd=haruslg&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://haruslg.wordpress.com/2008/12/18/privatisasi-atau-komersialisasi-perguruan-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/73a3c916c576f5ef8e69353654127bc1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">haruslg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
