Kesadaran & Cinta
29 Agustus 2010
Oleh:Harus Laksana Guntur

Mana yang lebih tinggi kedudukannya,kesadaran atau cinta? Jawaban dari pertanyaan ini tidak kalah susahnya dengan jawaban dari pertanyaan, mana yang lebih dulu, telor atau ayam?

Cinta sering dipuja-puja karena tanpanya dunia ini tidak indah. Walau cinta tanpa kesadaran sering mengantarkan kita pada kesesatan dan kemaksiatan. Kita sering menyebut cinta tanpa kesadaran ini sebagai cinta buta. Karena cinta tanpa kesadaran mampu membuat pemiliknya gelap mata dan melakukan hal-hal yang mengabaikan nilai-nilai kebenaran.

Hati tanpa cinta memang bagaikan taman tanpa bunga. Hidup terasa hampa, segala aktifitas terasa takbermakna. Maka, cinta harus ada dalam hati manusia. Itulah sebabnya, ketika mulai mengenal cinta, naluri manusia akan mendorongnya untuk mencari dan menemukan cintanya. Karena cinta-lah kita tergerak untuk memberi dan berbagi dengan sesama. Bahkan cinta sering dipuja-puja bagaikan dewa. Karena cinta pula yang menyebabkan kita ada dan terlahir ke dunia.Begitu kata orangtua kita.

Kesadaran dan cinta bagaikan matahari dan bulan.Dua hal yang saling melengkapi dan membutuhkan. Cinta tanpa kesadaran seperti bulan tanpa matahari.Gelap karena tidak mendapatkan sinar. Kesadaran akan membuat cinta menjadi bersinar indah. Seperti bulan yang memancarkan sinarnya dimalam hari karena mendapatkan sinar dari matahari. Cinta akan menjadi mulia jika diiringi dengan kesadaran.Tapi sebaliknya, cinta menjadi hina jika ditinggalkan oleh kesadaran.

Kesadaran berasal dari kata sadar. Sadar berarti terjaga atau ingat. Kesadaranlah yang membuat manusia ingat bahwa cintanya kepada Allah diatas cintanya pada makhluk. Nabi Yusuf hampir saja tergelincir. Cinta Yusuf dan Zulaikha hampir saja membawa mereka pada kehinaan. Tapi Yusuf dengan kesadarannya bisa mengendalikan cintanya. Kesadarannya membuat dia mampu menempatkan cintanya pada Allah diatas cintanya pada makhluk Allah.

Dalam sebuah hadits qudsi Allah swt berfirman, “pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang cinta mencintai karena Aku, saling kunjung mengunjungi karena Aku dan saling memberi karena Aku”. Cinta seperti inilah yang seharusnya kita miliki. Cinta dalam bimbingan kesadaran.

Nabi Yusuf mungkin adalah pengecualian. Sebagai manusia biasa yang lemah, bukanlah hal yang mudah bagi kita untuk bisa menempatkan kesadaran diatas cinta. Karena cinta manusia biasa memang selalu menang jika harus beradu dengan kesadaran. Dan, ketika cinta sudah menggelora didalam hati sehingga kesadaran taklagi mampu mengendalikannya, maka ada satu doa yang diajarkan oleh Muhammad SAW agar kita tidak terjerumus dalam kesesatan dan tetap dalam kesadaran.

Doa itu berbunyi,”Allahumma arinal-haqqa haqqan warzuqnat-tiba’ah, wa arinal-batila batilan warzuqnaj-tinabah, bi rahmatika ya arhamar-rahimeen”, yang artinya:”Ya Allah,tunjukkanlah pada kami yang benar itu adalah benar dan berikan kekuatan untuk mengerjakannya, dan tunjukkanlah pada kami yang salah itu adalah salah dan berikan kekuatan untuk menghindarinya, dengan rahmat-Mu yang maha pengasih dan penyayang”.

Tulisan ini dipersembahkan bagi mereka yang sedang jatuh cinta.Mudah2an tetap dalam kesadaran,amin ya Rabbal alamin.

Disclaimer: saat ini, penulis sendiri masih belum bisa menempatkan kesadaran diatas cinta.

Advertisement